Minggu, 24 November 2013

Aku hanya bisa menemukan nya lewat tulisan nya. Aku hanya bisa merasakan nya lewat tulisan nya. Aku hanya bisa mengetahui apa yang ingin dia sampaikan kepadaku lewat tulisan nya. Tulisan nya selalu terasa sangat indah dan berarti bagiku. Bahkan, aku pun bisa tahu ada orang seperti dia hanya lewat sekedar tulisan yang singkat.
“Hallo, kamu siapa?” Terdengar basi, atau terkesan terlalu biasa untuk perkenalan yang berawal dari sebuah tulisan. Tapi entah, tulisan atau pesan yang selalu Ia sampaikan, selalu terasa nyata. Terasa bahwa itu bukan hanya sebuah tulisan. Terasa seperti… Dia sedang berbicara padaku lewat alam nyata. Ya, dia sedang berbicara padaku. Dihadapan ku. Menatapku. Dan berbicara apapun yang ingin Ia sampaikan. Dan aku pun menatap nya. Memperhatikan nya. Mendengarkan apapun yang ingin Ia sampaikan padaku.
Tertawa, menyanyi, menceritakan hari-hari satu sama lain. Juga kabar satu sama lain nya. Itu kebiasaan kami. Kebiasaan yang sulit di tinggalkan bagiku, Hingga saat ini. Ya, bagiku. Hanya bagiku.
Aku awalnya percaya, bahwa tulisan yang sering menjadi perantara kami berdua. Nanti nya akan membawa kami ke alam nyata. Namun, ternyata aku salah. Karena, sepertinya harapanku untuk bertemunya akan musnah sekarang. Perkataan nya yang melewati tulisannya itu, membuatku ingin marah, kesal.
Ia berkata padaku:
“Maaf, Maafin aku, aku yang salah. Lebih baik kita gak saling kenal aja. Kamu cuma kenal aku lewat sini, bukan secara nyata. Maaf, kalau bikin kamu berharap. Maaf.”
Dan sampai saat ini kami sudah lama tak saling bertanya satu sama lain. Aku pun lebih memilih untuk menjauhinya. Karena sepertinya, memang itu yang dia inginkan. Menjadi orang asing, seperti diawal sebelum tulisan “Hallo, kamu siapa?” itu terucap.
Cerpen Karangan: Filla Giani

0 komentar:

Posting Komentar