Hari ini adalah hari minggu dan biasanya hari minggu adalah hari yang dapat kita gunakan untuk istirahat, santai-santai atau hal lainnya, tapi tidak berlaku bagiku untuk saat ini, soalnya saat ini aku harus segera menyelesaikan tugasku sebagai seorang akademik di LBB SSC Sukabumi,,, tugasku saat ini adalah memeriksa hasil Try Out siswa dari LBB SSC...
Beberapa jam telah aku lalui dengan ditemani LJK yang menumpuk dihadapanku, tak lama kemudian rekan kerjaku datang bersama temannya, mungkin dia adalah pacar rekan kerjaku itu, sembari memeriksa LJK kamipun berbincang ria, maklum pengen ada temen ngobrol, maksudnya biar ga boring dengan kegiatan yang hanya memeriksa dan memeriksa LJK saja, di tengah perbincangan tak lama kemudian datang seorang pegawai lagi, beliau adalah bu ida dia adalah seorang pegawai yang bertanggung jawab di bagian rumah tangga di LBB SSC, beliau mempunyai 3 cucu yang masih kecil, biasanya 2cucunya ikut menginap di SSC dan yang 1nya alias si bungsu ikut tinggal di rumah bersama ibunya, kebetulan hanya 1cucunya yang saat ini ikut menginap di SSC, dan cucunya yang 1 ini adalah cucu yang paling besar diantara yang lain, dia kini sedang menduduki bangku kelas 2SD, dan dia mencoba mendatangiku Sembari membawa kartu mainan yang menurut dia bahwa kartu itu adalah hal yang sangat berharga, maklum anak-anak menganggap kartu itu lebih berharga daripada yang lain sebab dia belum mempunyai hal yang lebih berharga selain kartu itu....
Saat aku sedang asik memeriksa LJK dan sambil diselingi dengan berbagai perbincangan yang kami utarakan, cucunya mencoba untuk membujukku agar aku bermain kartu dengannya kalo gak salah denger sih nama kartunya kaya nama-nama jepang gitu, asasin asasin gitu deh, atau apalah itu namanya aku juga gak ngerti, yang pasti dia mencoba membujukku untuk bermain, tapi sebelum bermain, aku dibujuk untuk membeli beberapa kartu miliknya, agar kita bisa bermain, aku iyain aja, toh memang aku berniat memberinya uang jajan, gak besar sih cuma 2ribu, tapi uang 2ribu menurutnya adalah uang yang cukup untuk pegangan dirinya dikala dia ingin membeli jajanan, dia bilang dengan nada yang memelas gitu
"A piyo, kita main kartu yuk?, tapi A piyo beli dulu kartunya biar kita bisa kalah bayar"... Bayar dalam artian jika ada yang kalah maka 1 pemain yang kalah itu harus membayar 1 kartu miliknya kepada si pemenang, lalu aku bilang
"boleh ki",,, nama dia adalah Riski Okta Saputra dan biasa dipanggil dengan sebutan kiki...
"Satunya berapa?" Aku bilang dengan nada sedikit sombong seolah aku memiliki banyak uang...
"Satunya gope" dia jawab dengan cepat
"Nih beli 10ribu totalnya ada 22 kartu, kiki lebihin dua kalo ke A piyo" tambahnya...
"Kalo beli satuan bisa ga?" Aku tanya lagi ke dia...
"Ga boleh beli satuan" dia jawab dengan nada yang mengejek...
"Ya udah 2ribu dapet berapa?" Aku bertanya lagi...
Dia jawab "nih ambil 4"...
Aku terima dan akhirnya kita bermain...
Motor kantor sedang di parkir halaman depan, saat itu angka jarum jam menunjuk ke angka 19.45... Hikmat alias rekan kerjaku yang tadi aku jelaskan bahwa dia mengajak temannya alias pacarnya (mungkin)... Dia melihat ke halaman depan untuk sekedar melihat keadaan sekitar, tak lama kemudian dia pun bergabung untuk melanjutkan perbincangan yang sedari tadi telah berlangsung, tak terasa jarum jam menunjuk ke angka 20.00...
Rekan kerjaku itu memang sudah berniat untuk mengantarkan teman yang sudah di ajaknya alias pacarnya itu... Merekapun pamit kepada bu ida dan kepadaku juga, hikmat dengan santainya memakai jaket, helm dan langsung mengambil kunci motor yang keberadaannya tak jauh darinya, teman wanitanya pun telah siap berangkat dan pulang, saat sudah selesai pamit dan siap berangkat alangkah terkejutnya hikmat dan dia berteriak
"A PIYO MOTOR GA ADAAA"...
Aku yang sedang berada didalam tidak mendengar apa yang dia teriakan, lalu hikmat lari ke dalam serta merta menyebutkan keadaan yang sedang terjadi, sontak aku kaget dan langsung berlari keluar, sesampainya di halaman depan aku perhatikan setiap sudut pandanganku, mungkin saja ada yang jahil untuk menyembunyikan motor kantor itu, tapi setelah aku lihat dan aku cari disekeliling kantor, ternyata memang motor itu tidak ada, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku langsung telfon saudaraku yang sedang dalam perjalanan menuju sukabumi, dan memang kebetulan beliau adalah koordinator unit SMA di LBB SSC Sukabumi, beliau sedang ditugaskan keluar kota, tepatnya pergi ke purwokerto, saat di telfon beliau menjawab
"coba cari dulu mingkin aja belum jauh"...
Aku jawab spontan "iya" dan aku dengan cepat mengambil kunci motor milik saudaraku yang baru saja aku telfon, kebetulan motonya sedang di titipkan di SSC...
Kenapa motor yang saudaraku tidak ikut hilang juga? Karena kebetulan aku simpan motornya didalam saat setelah motor kantor dan motor milik saudaraku di cuci oleh rekan kerjaku yaitu hikmat, hikmat adalah seorang office boy di SSC, dan dia masih muda...
Saat selesai mencuci motor hikmat pergi keluar dengan menggunakan motor kantor, dia bilang kepadaku saat mau keluar "A, imat pergi dulu ya"...
"Mau kemana mat?"
"Mau jalan-jalan sama someone special" aku jawab "ati-ati mat"... Tak lama imat alias hikmat berangkat, aku segera memindahkan motor saudaraku kedalam, maklum hari minggu sepi gak ada siapa-siapa, biasanya sih ada kegiatan belajar mengajar (KBM), tapi kebetulan gurunya ada keperluan lain, jadi KBM nya di tunda ke minggu depan,,, lanjut ke motor saudaraku...
Aku parkir motor saudaraku itu tepat berada 3meter di sampingku, agar aku lebih merasa tenang dan nyaman saat aku melakukan tugasku yaitu memeriksa hasil Try Out... Lanjut ke bagian aku mengambil kunci motor saudaraku dengan cepat...
Motor yang ingin aku gunakan alias milik saudaraku sudah siap berangkat untuk mencari motor kantor yang baru saja hilang, kebetulan bu ida di saat yang bersamaan saat aku sedang menelfon saudaraku untuk memberitahukan kejadian yang sedang terjadi bu ida juga menelfon relasinya yang orang lain bilang adalah orang pintar, Saat bu ida menelfon relasinya itu, terjawab ke arah timur perginya, dengan cepat bu ida memberitahuku bahwa motornya sedang berjalan menuju ke arah cianjur, tanpa banyak tanya aku langsung menarik gas motor saudaraku dengan kencang, tapi sejauh perjalanan aku tidak melihat keberadaan motor kantorku, ada yang serupa tapi tak sama, maklum motor di indonesia kan banyak banget, dan produksi untuk 1 produk bukan 1 atau 2 unit, tapi ribuan man... Intinya sih gak nemu ckckckck...
Udah nyampe perbatasan cianjur sukabumi eh ada telfon, aku lihat nomor kantor, aku kira udah ketemu motornya, aku angkat dan bilang
"Iya assalamualaikum!!"
"Waalaikum salam" suara ibu-ibu
"Iya mah ada apa?"... Aku biasa memanggil bu ida dengan sebutan mamah...
"Tadi kata mang ####" aku lupa namanya hehe...
"Tadi kata mang ####, motornya lagi berhenti, soalnya di kerjain dari sana"... Mang #### adalah relasi orang pintar yang tadi aku jelaskan...
"Berhenti dimana mah?" Aku tanya bu ida...
"Berhenti di ciberem daerah selakaso, kamu lagi dimana?"...
"Lagi di perbatasan cianjur mah" aku jawab dengan kencang karna kebetulan mobil besar pengangkat pasir sedang lalu lalang...
"Ngapain ke cianjur? Itu motornya di selakaso, udah sekarang puter balik dan cari di sana"...
"Oh ok ok" aku jawab singkat dan aku tutup...
Ternyata nelfon ngasih tau keberadaan motornya sedang berada di suatu tempat, dan memberitahukanku untuk balik lagi, aku kira udah ketemu dan aku kira jalannya benar, karna tadi aku mendengarkan arah cianjur, jadi tanpa banyak tanya lagi aku langsung cabut, ternyata salah paham, gope dehhhh!!!...
Sesampainya di selakaso (nama salah satu daerah di kota sukabumi) mataku tak henti-hentinya melirik kiri dan kanan, tapi gak ada pohon cemara seperti di lagu naik-naik ke puncak gunung... Yang ada hanya sawah dan rumah-rumah warga, tapi ada juga sih toko, pedagang, pejalan kaki, anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu pokonya dari yang muda sampai yang tua pun ada, trus apa pentingnya kita bahas hal ini? Kayanya gak ada korelasinya deh.... Haduh haduhhhh ampun ini mah...
Udah gak bener nih kalo di lanjut, mau critain motor kantorku hilang aja bahasnya sampe ke sawah segala, padahal cuma bilang motor kantorku hilang juga udah cukup masalah itu dipake sama siapa ke, dicuri sama siapa ke, itu kan bukan urusan loe,,,,
Maklum udah tinggal nempelin pipi di bantal pasti langsung bisa bikin seribu pulau nih... Hahhhh riiipuuuuuuuuhhhhhhhhh..... Udah dulu ah, ntar dilanjut lagi
Beberapa jam telah aku lalui dengan ditemani LJK yang menumpuk dihadapanku, tak lama kemudian rekan kerjaku datang bersama temannya, mungkin dia adalah pacar rekan kerjaku itu, sembari memeriksa LJK kamipun berbincang ria, maklum pengen ada temen ngobrol, maksudnya biar ga boring dengan kegiatan yang hanya memeriksa dan memeriksa LJK saja, di tengah perbincangan tak lama kemudian datang seorang pegawai lagi, beliau adalah bu ida dia adalah seorang pegawai yang bertanggung jawab di bagian rumah tangga di LBB SSC, beliau mempunyai 3 cucu yang masih kecil, biasanya 2cucunya ikut menginap di SSC dan yang 1nya alias si bungsu ikut tinggal di rumah bersama ibunya, kebetulan hanya 1cucunya yang saat ini ikut menginap di SSC, dan cucunya yang 1 ini adalah cucu yang paling besar diantara yang lain, dia kini sedang menduduki bangku kelas 2SD, dan dia mencoba mendatangiku Sembari membawa kartu mainan yang menurut dia bahwa kartu itu adalah hal yang sangat berharga, maklum anak-anak menganggap kartu itu lebih berharga daripada yang lain sebab dia belum mempunyai hal yang lebih berharga selain kartu itu....
Saat aku sedang asik memeriksa LJK dan sambil diselingi dengan berbagai perbincangan yang kami utarakan, cucunya mencoba untuk membujukku agar aku bermain kartu dengannya kalo gak salah denger sih nama kartunya kaya nama-nama jepang gitu, asasin asasin gitu deh, atau apalah itu namanya aku juga gak ngerti, yang pasti dia mencoba membujukku untuk bermain, tapi sebelum bermain, aku dibujuk untuk membeli beberapa kartu miliknya, agar kita bisa bermain, aku iyain aja, toh memang aku berniat memberinya uang jajan, gak besar sih cuma 2ribu, tapi uang 2ribu menurutnya adalah uang yang cukup untuk pegangan dirinya dikala dia ingin membeli jajanan, dia bilang dengan nada yang memelas gitu
"A piyo, kita main kartu yuk?, tapi A piyo beli dulu kartunya biar kita bisa kalah bayar"... Bayar dalam artian jika ada yang kalah maka 1 pemain yang kalah itu harus membayar 1 kartu miliknya kepada si pemenang, lalu aku bilang
"boleh ki",,, nama dia adalah Riski Okta Saputra dan biasa dipanggil dengan sebutan kiki...
"Satunya berapa?" Aku bilang dengan nada sedikit sombong seolah aku memiliki banyak uang...
"Satunya gope" dia jawab dengan cepat
"Nih beli 10ribu totalnya ada 22 kartu, kiki lebihin dua kalo ke A piyo" tambahnya...
"Kalo beli satuan bisa ga?" Aku tanya lagi ke dia...
"Ga boleh beli satuan" dia jawab dengan nada yang mengejek...
"Ya udah 2ribu dapet berapa?" Aku bertanya lagi...
Dia jawab "nih ambil 4"...
Aku terima dan akhirnya kita bermain...
Motor kantor sedang di parkir halaman depan, saat itu angka jarum jam menunjuk ke angka 19.45... Hikmat alias rekan kerjaku yang tadi aku jelaskan bahwa dia mengajak temannya alias pacarnya (mungkin)... Dia melihat ke halaman depan untuk sekedar melihat keadaan sekitar, tak lama kemudian dia pun bergabung untuk melanjutkan perbincangan yang sedari tadi telah berlangsung, tak terasa jarum jam menunjuk ke angka 20.00...
Rekan kerjaku itu memang sudah berniat untuk mengantarkan teman yang sudah di ajaknya alias pacarnya itu... Merekapun pamit kepada bu ida dan kepadaku juga, hikmat dengan santainya memakai jaket, helm dan langsung mengambil kunci motor yang keberadaannya tak jauh darinya, teman wanitanya pun telah siap berangkat dan pulang, saat sudah selesai pamit dan siap berangkat alangkah terkejutnya hikmat dan dia berteriak
"A PIYO MOTOR GA ADAAA"...
Aku yang sedang berada didalam tidak mendengar apa yang dia teriakan, lalu hikmat lari ke dalam serta merta menyebutkan keadaan yang sedang terjadi, sontak aku kaget dan langsung berlari keluar, sesampainya di halaman depan aku perhatikan setiap sudut pandanganku, mungkin saja ada yang jahil untuk menyembunyikan motor kantor itu, tapi setelah aku lihat dan aku cari disekeliling kantor, ternyata memang motor itu tidak ada, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku langsung telfon saudaraku yang sedang dalam perjalanan menuju sukabumi, dan memang kebetulan beliau adalah koordinator unit SMA di LBB SSC Sukabumi, beliau sedang ditugaskan keluar kota, tepatnya pergi ke purwokerto, saat di telfon beliau menjawab
"coba cari dulu mingkin aja belum jauh"...
Aku jawab spontan "iya" dan aku dengan cepat mengambil kunci motor milik saudaraku yang baru saja aku telfon, kebetulan motonya sedang di titipkan di SSC...
Kenapa motor yang saudaraku tidak ikut hilang juga? Karena kebetulan aku simpan motornya didalam saat setelah motor kantor dan motor milik saudaraku di cuci oleh rekan kerjaku yaitu hikmat, hikmat adalah seorang office boy di SSC, dan dia masih muda...
Saat selesai mencuci motor hikmat pergi keluar dengan menggunakan motor kantor, dia bilang kepadaku saat mau keluar "A, imat pergi dulu ya"...
"Mau kemana mat?"
"Mau jalan-jalan sama someone special" aku jawab "ati-ati mat"... Tak lama imat alias hikmat berangkat, aku segera memindahkan motor saudaraku kedalam, maklum hari minggu sepi gak ada siapa-siapa, biasanya sih ada kegiatan belajar mengajar (KBM), tapi kebetulan gurunya ada keperluan lain, jadi KBM nya di tunda ke minggu depan,,, lanjut ke motor saudaraku...
Aku parkir motor saudaraku itu tepat berada 3meter di sampingku, agar aku lebih merasa tenang dan nyaman saat aku melakukan tugasku yaitu memeriksa hasil Try Out... Lanjut ke bagian aku mengambil kunci motor saudaraku dengan cepat...
Motor yang ingin aku gunakan alias milik saudaraku sudah siap berangkat untuk mencari motor kantor yang baru saja hilang, kebetulan bu ida di saat yang bersamaan saat aku sedang menelfon saudaraku untuk memberitahukan kejadian yang sedang terjadi bu ida juga menelfon relasinya yang orang lain bilang adalah orang pintar, Saat bu ida menelfon relasinya itu, terjawab ke arah timur perginya, dengan cepat bu ida memberitahuku bahwa motornya sedang berjalan menuju ke arah cianjur, tanpa banyak tanya aku langsung menarik gas motor saudaraku dengan kencang, tapi sejauh perjalanan aku tidak melihat keberadaan motor kantorku, ada yang serupa tapi tak sama, maklum motor di indonesia kan banyak banget, dan produksi untuk 1 produk bukan 1 atau 2 unit, tapi ribuan man... Intinya sih gak nemu ckckckck...
Udah nyampe perbatasan cianjur sukabumi eh ada telfon, aku lihat nomor kantor, aku kira udah ketemu motornya, aku angkat dan bilang
"Iya assalamualaikum!!"
"Waalaikum salam" suara ibu-ibu
"Iya mah ada apa?"... Aku biasa memanggil bu ida dengan sebutan mamah...
"Tadi kata mang ####" aku lupa namanya hehe...
"Tadi kata mang ####, motornya lagi berhenti, soalnya di kerjain dari sana"... Mang #### adalah relasi orang pintar yang tadi aku jelaskan...
"Berhenti dimana mah?" Aku tanya bu ida...
"Berhenti di ciberem daerah selakaso, kamu lagi dimana?"...
"Lagi di perbatasan cianjur mah" aku jawab dengan kencang karna kebetulan mobil besar pengangkat pasir sedang lalu lalang...
"Ngapain ke cianjur? Itu motornya di selakaso, udah sekarang puter balik dan cari di sana"...
"Oh ok ok" aku jawab singkat dan aku tutup...
Ternyata nelfon ngasih tau keberadaan motornya sedang berada di suatu tempat, dan memberitahukanku untuk balik lagi, aku kira udah ketemu dan aku kira jalannya benar, karna tadi aku mendengarkan arah cianjur, jadi tanpa banyak tanya lagi aku langsung cabut, ternyata salah paham, gope dehhhh!!!...
Sesampainya di selakaso (nama salah satu daerah di kota sukabumi) mataku tak henti-hentinya melirik kiri dan kanan, tapi gak ada pohon cemara seperti di lagu naik-naik ke puncak gunung... Yang ada hanya sawah dan rumah-rumah warga, tapi ada juga sih toko, pedagang, pejalan kaki, anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu pokonya dari yang muda sampai yang tua pun ada, trus apa pentingnya kita bahas hal ini? Kayanya gak ada korelasinya deh.... Haduh haduhhhh ampun ini mah...
Udah gak bener nih kalo di lanjut, mau critain motor kantorku hilang aja bahasnya sampe ke sawah segala, padahal cuma bilang motor kantorku hilang juga udah cukup masalah itu dipake sama siapa ke, dicuri sama siapa ke, itu kan bukan urusan loe,,,,
Maklum udah tinggal nempelin pipi di bantal pasti langsung bisa bikin seribu pulau nih... Hahhhh riiipuuuuuuuuhhhhhhhhh..... Udah dulu ah, ntar dilanjut lagi
RSS Feed
Twitter
12.05
Priyo Prillangga
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar