Sabtu, 01 Maret 2014

Malam hari memang indah kalo bintang bertaburan tepat berada ditengah-tengah langit luas... semilir angin berhembus, menyentuh dan merasuk kedalam tubuh #buset udah kaya kerasukan aja nih bahasanya, tapi yang penting ketik apa aja deh, toh ini kan cuma mencurahkan isi hati yang sedang aku rasakan...

Dengan ditemani segelas kopi dan sebotol air putih ditambah rokok yang masih banyak stoknya, aku rasa cukup membuat diri ini tidak merasa terlalu sepi, meskipun memang kenyataannya aku sedang sendiri saat ini... jarum jam sudah menunjukkan tepat pada angka 24.00, itu artinya sudah larut malam dan seharusnya aku tertidur lelap, tapi kenapa aku belum tidur? soalnya aku sudah terbiasa tidur larut, meskipun aku tahu bahwa hal ini adalah hal yang tidak baik bagi tubuhku, tapi tetap saja yang namanya sudah jadi kebiasaan emang sulit banget untuk di ubah, pernah aku mencoba untuk mengubah pola hidupku menuju ke pola yang seharusnya aku jalani, tapi hal itu hanya berlaku sementara, endingnya tetep aja back to basic...

Widiiiihhh keren, lagi asik nulis gini, ada yang tabrakan, penasaran pengen liat keluar dan mengetahui bagaimana kondisi dari mereka yang sedang mengalami kecelakaan, ternyata gak ada yang perlu dikhawatirkan, cuma motornya sama aspalnya yang harus dirujuk ke bidan #emang mau lahiran... syukur deh masih deberikan keselamatan, gak taunya orang yang kecelakaan itu adalah orang saling berteman, ckckckckck kasian banget, lagi apes kayanya ya... tapi emang sering sih disini terjadi kecelakaan, selama aku tinggal disini kurang lebih 5 tahun, aku udah sering banget melihat kejadian yang tabrakan, diantarnya ada yang motor dengan mobil, mobil dengan mobil, atau motor dengan motor, sampai motor dengan pejalan kaki pun aku pernah menyaksikannya, pokoknya variatif deh...

Alhasil banyak kejadian mistis yang sering terjadi di daerah ini, contohnya : aku pernah sedang asik-asiknya main game, terus aku gak sengaja denger anak kelas 5SD lagi nangis, aku kira sih nangis karna di becandain sama temen-temennya, akhirnya aku cuma bisa bilang "heh kalian anak cowo, jangan becandain temen cewenya dong, apalagi sampe nangis kaya gini, kasian kan" terus di jawab sama anak-anak cowo itu, "engga kok gak dibecandain, dia nangisin adiknya" aku tanya balik "adiknya? adiknya yang mana?" dia jawab lagi "itu tuh yang disitu" sambil nunjuk ke arah rumah kosong yang letaknya tepat berada disamping tempat aku bekerja dan tinggal...

Pada saat itu, aku gak kepikiran ada sesuatu hal yang aneh, aku cuma tanya ke anak yang lagi menangis tersebut... "kamu nangis kenapa? siapa yang nakal sama kamu?"... "itu adik aku dilemparin batu sama anak-anak cowo itu" sambil menunjuk ke arah pintu rumah kosong yang udah tadi aku jelasin tempatnya... aku tanya lagi dengan berhati-hati "adik kamu masuk kerumah kosong itu karna dilemparin sama anak-anak cowo itu?"... "iya, dia sekarang di dalem rumah itu" sambil nangis tersedak... aku bingung saat dia bilang adiknya masuk kerumah kosong itu, karna aku melihat pintunya terkunci rapat, jendela semua terkunci, lubang fentilasi pun tidak ada yang ukurannya besar, semuanya kecil, berbentuk kotak dan letaknya tinggi... jadi gak mungkin kalo ada anak kecil yang bisa masuk ke lubang fentilasi tersebut, karna kucingpun belum tentu bisa masuk kedalamnya...

Otakku sudah menganalisa kronologisnya, dan tidak ada sedikitpun hal yang menurutku rasional... aku bilang "kok bisa adik kamu masuk ke rumah itu?" anak cewe itu terus menangis dan semakin menjadi, lalu dia berlari ke dalam kelas, memang pada saat itu dia sedang bimbingan belajar di tempat kerjaku (LES), lalu aku susul dia dan bertanya dengan perlahan dan dengan pertanyaan yang sama, karna pertanyaanku belum terjawab, untuk itu aku bertanya sekali lagi, namun kali ini aku bertanya lebih berhati-hati... "kok bisa adik kamu masuk ke rumah itu?" dengan nada sepelan dan sehati-hati mungkin... "adik aku udah meninggal"... "WHATTT???" tanda tanya besar di dalam hatiku... aku pura-pura kurang menyimak jawaban dia, aku bilang "gimana? bisa lebih jelas bicaranya?" sambil dia menangis hebat, dia bilang dengan setengah kesal dan sambil sedikit berteriak "ADIK AKU UDAH MENINGGAL!!!!"...

Mendengar jawaban itu dengan jelas dan lantang, otomatis aku menganggap bahwa apa yang dia ceritakan memang benar apa adanya, sesuatu hal yang terjadi namun tak dapat aku lihat, dan aku berpikir bahwa anak-anak cowo yang sudah melempari adiknya yang sudah meninggal ini benar-benar melihat keberadaannya, mungkin mereka agak sedikit takut hingga melemparkan batu ke arah makhluk mistis itu, mungkin saja rupanya memang menyeramkan atau bahkan lebih dari sekedar menyeramkan #gak tau deh gimana aslinya... tapi yang pasti makhluk hidup selain kita, selain hewan serta tumbuh-tumbuhan, masih ada makhluk-makhluk lain yang berada disekitar kita, namun kita tidak tahu bagaimana dan seperti apa mereka hidup... kita sebagai makhluk Tuhan, sudah sepantasnya kita mensyukuri apa yang sudah telah Tuhan berikan terhadap kita... ok guys gitu aja dulu untuk malem ini, thanks...

0 komentar:

Posting Komentar